Perjuangan Heroik Bung Tomo, Sehingga Dikenal Sebagai Hari Pahlawan

- Jurnalis

Jumat, 10 November 2023 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Ist

Gambar: Ist

Fkmsb.com – Diantara 206 warga negara yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia, terdapat salah satu tokoh terkenal dengan semangatnya yang menggelora dalam mempertahankan kemerdekaan, ialah Sutomo yang akrab disapa Bung Tomo. Tokoh nasional kelahiran Kampung Blauran, Surabaya pada 3 Oktober 1920.

Cerita perjuangannya menjadi inspirasi bagi banyak orang, dan simbol keberanian dan keteguhan dalam menghadapi tantangan yang melekat dibalik sosok Bun Tomo.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia masih harus menghadapi perjuangan panjang untuk sepenuhnya merdeka dari bentuk penjajahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perlawanan di Surabaya:

Salah satu pertempuran sengit terjadi di Surabaya, Jawa Timur, yang menjadi pusat perlawanan terhadap penjajah Belanda. Bung Tomo seorang pemuda yang mampu menggerakkan rakyat Surabaya untuk melawan penjajah.

Bung Tomo menjadi tokoh sentral dalam memimpin perlawanan rakyat Surabaya melawan tentara Belanda. Untuk menyebarkan semangat perlawanan, Bung Tomo memanfaatkan saluran radio sebagai sarana untuk menyebarkan semangat perlawanan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan pasukan.

Baca Juga :  Santri Harus Berkualitas Macan, Bukan Bebek

Dengan pidato-pidatonya yang membara, ia mampu menginspirasi dan menggerakkan rakyat Surabaya untuk melakukan perlawanan tanpa kenal lelah. Ia menyuarakan semangat kebangsaan dan membangkitkan jiwa nasionalisme di kalangan penduduk Surabaya.

Pada tanggal 25 Oktober 1945, pasukan Belanda yang kuat melancarkan serangan besar-besaran ke Surabaya dengan maksud merebut kembali daerah strategis ini. Namun, rakyat Surabaya di bawah pimpinan Bung Tomo tidak gentar. Mereka mempertahankan kota mereka dengan gigih, menggunakan taktik gerilya dan perang kota yang membuat pasukan Belanda kesulitan.

Puncak dari perlawanan Surabaya terjadi pada pertempuran 10 November 1945. Pasukan Belanda yang kuat dengan persenjataan modern melancarkan serangan brutal terhadap kota Surabaya. Namun, rakyat Surabaya yang dipimpin oleh Bung Tomo tidak menyerah begitu saja. Meskipun kalah dalam hal persenjataan, mereka mempertahankan kota dengan tekad yang kuat dan semangat perjuangan yang tak tergoyahkan.

Akhir Perjuangan:

Meskipun perlawanan Surabaya akhirnya harus menghadapi kekalahan, perjuangan yang dilakukan oleh Bung Tomo dan rakyat Surabaya memberikan dampak yang sangat besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia secara keseluruhan. Perjuangan Surabaya menunjukkan kepada dunia bahwa rakyat Indonesia tidak akan menyerah begitu saja kepada penjajah.

Baca Juga :  RKH. Hasbullah: Pondok Pesantren Banyuanyar Dibangun dengan Asas Taqwa dan Bermanfaat

Bung Tomo sendiri ditangkap oleh pasukan Belanda dan dipenjara selama beberapa tahun. Namun, semangat dan dedikasinya dalam memperjuangkan kemerdekaan tetap hidup dalam ingatan banyak orang. Setelah Indonesia meraih kemerdekaannya, Bung Tomo menjadi salah satu pahlawan nasional yang dihormati dan diabadikan dalam sejarah perjuangan bangsa.

Perjuangan heroik Bung Tomo dalam memimpin perlawanan rakyat Surabaya melawan penjajah Belanda merupakan cerita yang menginspirasi. Semangat dan keteguhan Bung Tomo dalam menghadapi tantangan yang sulit menjadi contoh bagi generasi muda Indonesia. Perjuangan di Surabaya juga menjadi simbol keberanian dan semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Bung Tomo akan selalu dikenang sebagai sosok yang berani dan gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, dan ceritanya akan terus menginspirasi bagi generasi bangsa.

Berita Terkait

Imam Ghazali:  Cendekiawan Islam yang Mengalami Krisis Spiritual
Kisah Rumi dan Shams Tabrizi: Persahabatan yang Mengilhami Karya-karyanya

Berita Terkait

Jumat, 10 November 2023 - 17:34 WIB

Perjuangan Heroik Bung Tomo, Sehingga Dikenal Sebagai Hari Pahlawan

Kamis, 9 November 2023 - 07:12 WIB

Kisah Rumi dan Shams Tabrizi: Persahabatan yang Mengilhami Karya-karyanya

Berita Terbaru

Drs H Moh Kholil Aay'ari Ketua Pengurus LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar Palengaan Pamekasan Madura, (Foto:Ducument/Fkmsb)

News

Santri Harus Berkualitas Macan, Bukan Bebek

Minggu, 12 Nov 2023 - 12:36 WIB

Ketua Umum Pengurus Pusat Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (PP FKMSB) Moh Faizol, (Foto: dukumen/fkmsb).

News

Teguhkan Jiwa Nasionalisme Santri di Hari Pahlawan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 14:40 WIB